Judulnya kayaknya gmana ya...hahaha....yah, memang banyak hal2 di dunia ini yg "ironis". Sebuah contoh simple, orang2 "baik" malah dimanfaatkan oleh orang2 yg tak bertanggungjawab. Orang2 yg aslinya "baik" malah dianggap tidak baik, dan sebaliknya malah orang2 "licik" yg dipuja2. Ironi oh ironi
Penulis habis baca manga kimi no iru machi, chapter 160, dan....merasa miris dan ironis dg in-story progressnya.
Orang tua (parents) ataupun orang dewasa(adults) merasa bahwa mereka lebih berpengalaman, tahu lebih banyak, melihat lebih banyak, dst.
Kalau misalnya ada anak kecil berbuat salah, ia dimarahi orang tuanya. Lantas bagaimana kalau orang tuanya yg berbuat salah ? Apakah si anak bisa memarahi orang tuanya? Tentu tidak, paling cuma "orang dewasa kan bisa bertanggung jawab sendiri" atau alasan2 lain.
Singkatnya, orang dewasa selalu benar (apabila dihadapkan dg anak2 kecil ataupun yg lebih muda). Begitu pula dalam kasus seperti di kimi no iru machi itu, karakter si "ayah" merasa ia lebih tahu tentang ini itu, lebih berpengalaman. Padahal ya...posisi dia hanya sebagai observer, dia TIDAK benar2 tahu tentang pergaulan anaknya.
Yah begitulah contoh ironi dalam hidup, selama si anak masih "bergantung" pada orang tuanya, selama itu pula si anak "berada dalam genggaman" orang tuanya.
Yah...kalau dipikir2, sebenarnya sih sulit kalau ngomong siapa yg salah dan siapa yg benar, karena masing2 punya sudut pandang sendiri2. Orang tua hanya melihat dari perspektif tertentu, begitu pula si anak punya perspektifnya sendiri, padahal di dunia ini kan macam2 hal itu ada 2 sisi, ibarat koin. Kita gak bisa lihat 1 sisinya aja...tapi ya....begitulah hidup wakakak. Suka atau gak suka, tetap harus dijalani.
Jumat, 25 November 2011
Ironies of life
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar